Menembus Batas: Langkah Naufal Akmal Rivan di Google Student Ambassador 2026
Kesempatan besar sering datang dari keberanian untuk mencoba hal baru. Hal itulah yang dibuktikan oleh Naufal Akmal Rivan, mahasiswa semester 2 jurusan Akuntansi Universitas Persada Indonesia Y.A.I, yang berhasil lolos menjadi bagian dari Google Student Ambassador 2026.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan koordinator akademik di kelas, Naufal memilih untuk terus berkembang dan membuka diri terhadap peluang di luar bidang yang ia pelajari. Baginya, dunia akuntansi dan teknologi bukan dua hal yang terpisah, melainkan bisa berjalan berdampingan untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
“Tantangan terbesar bagi saya adalah membagi waktu antara tugas kuliah yang padat dengan proses seleksi yang sangat kompetitif, di mana saya harus bersaing dengan lebih dari 81.000 pendaftar nasional. Cara saya mengatasinya adalah dengan mendisiplinkan waktu saya.” Naufal Akmal Rivan
Perjalanan Naufal mengenal program Google Student Ambassador dimulai dari kanal media resmi Google. Setelah mengikuti perkembangan program tersebut, ia merasa bahwa kesempatan ini terlalu berharga untuk dilewatkan.
Ketertarikannya muncul karena ia ingin menjadi jembatan antara dunia akuntansi dan teknologi AI. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga agar mahasiswa di UPI Y.A.I semakin mengenal dan memahami perkembangan teknologi dari Google.
“Aku ingin membantu teman-teman di kampus supaya lebih melek teknologi,” ungkapnya.
Proses seleksi yang ia jalani pun cukup menantang dan berkesan. Mulai dari tahap administrasi, pembuatan video wawancara mandiri dengan beberapa pertanyaan dari tim Google, hingga menyelesaikan misi membuat konten sosial media terkait Google.
Di balik proses tersebut, tantangan terbesar yang harus dihadapinya adalah membagi waktu. Di satu sisi, tugas kuliah tetap harus diselesaikan. Di sisi lain, proses seleksi berlangsung sangat kompetitif dengan puluhan ribu pendaftar dari seluruh Indonesia.
Naufal menyebut bahwa kedisiplinan dalam mengatur waktu menjadi kunci utama untuk melewati semuanya dengan baik.
Menurutnya, faktor yang membuat dirinya berhasil lolos adalah kemauan untuk terus belajar hal baru di luar kurikulum perkuliahan. Ia percaya bahwa mahasiswa harus memiliki keberanian untuk berkembang di luar zona nyaman.
Kemampuan leadership dan public speaking juga menjadi skill penting yang sangat membantu selama proses seleksi. Pengalaman tersebut membangun rasa percaya dirinya untuk terus maju dan berani mengambil kesempatan.
Selama kuliah di UPI Y.A.I, Naufal merasa pengalaman akademik dan lingkungan kampus memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan dirinya hingga bisa bersaing di level nasional bahkan global. Dukungan dari dosen, fasilitas kampus, dan lingkungan yang suportif membuatnya lebih yakin untuk mencoba berbagai peluang baru.
Menurut Naufal, salah satu keunggulan UPI Y.A.I adalah kurikulum yang adaptif serta lingkungan kampus yang mendorong mahasiswa menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Untuk mahasiswa lain yang ingin mengikuti program seperti Google Student Ambassador, Naufal membagikan tips sederhana namun penting: terus mengasah soft skill dan memperluas networking.
Ia juga menekankan bahwa untuk bisa bersaing di level global, mahasiswa perlu memiliki keberanian memulai sesuatu yang baru dan kesiapan untuk terus belajar.
Kini, setelah resmi menjadi Google Student Ambassador 2026, Naufal berharap dirinya dapat menjadi representasi positif bagi UPI Y.A.I sekaligus menjadi penghubung antara Google dan lingkungan kampus.
Di akhir wawancara, ia memberikan pesan yang memotivasi bagi mahasiswa lainnya:
“Terus belajar, jangan malas, dan jangan takut keluar dari zona nyaman.”
Kisah Naufal menjadi bukti bahwa langkah besar selalu dimulai dari keberanian kecil untuk mencoba.

English