Sinergi Kampus dan Industri: Bedah Kreatif di Balik Produksi Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' di UPI Y.A.I
JAKARTA – Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI Y.A.I) melalui Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) sukses menyelenggarakan agenda Special Screening & Filmmaker Talk untuk film "Semua Akan Baik-Baik Saja". Bertempat di auditorium kampus, kegiatan ini menghadirkan jajaran kru produksi dan pemeran utama untuk memberikan bedah mendalam mengenai transformasi ide kreatif menjadi karya sinematik yang bernilai komersial sekaligus edukatif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis industri yang mengedepankan metode experiential learning. Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai audiens, tetapi juga dilibatkan dalam sesi diskusi teknis mengenai strategi penyutradaraan, manajemen produksi, hingga proses penulisan naskah yang mampu mengemas pesan moral kesehatan mental dalam standar produksi layar lebar.
Menjembatani Teori dengan Realitas Industri
Dialog interaktif yang terbangun mengungkap berbagai tantangan fundamental dalam industri perfilman nasional saat ini, termasuk dinamika proses kreatif di balik layar serta strategi distribusi konten di era digital. Hal ini memberikan wawasan eksklusif bagi mahasiswa mengenai standar profesionalisme yang dibutuhkan untuk bersaing di industri kreatif yang sangat dinamis.
Dekanat Fikom UPI Y.A.I menegaskan bahwa kolaborasi strategis dengan praktisi aktif merupakan bentuk komitmen universitas dalam meminimalisir gap antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
"Kami berupaya mencetak lulusan yang memiliki kematangan konseptual sekaligus pemahaman praktis yang tajam. Melalui interaksi langsung dengan para sineas ini, mahasiswa diharapkan mampu menyerap standar kompetensi global untuk kemudian diimplementasikan dalam karya-karya orisinal mereka," ungkap perwakilan fakultas.
Inovasi Kurikulum Lewat Karya Kreatif
Selain aspek teknis, acara ini juga menyoroti aspek keberanian dalam melahirkan karya yang memiliki kedalaman makna atau social impact. Dengan membedah film "Semua Akan Baik-Baik Saja", mahasiswa didorong untuk memiliki visi dalam menciptakan konten yang tidak hanya mengejar sisi estetika, tetapi juga memiliki daya saing pasar dan kontribusi positif terhadap isu-isu sosial.
Agenda ini ditutup dengan sesi diskusi panel yang inspiratif, memperkuat identitas UPI Y.A.I sebagai institusi pendidikan yang progresif dan peka terhadap perkembangan industri kreatif nasional. Dengan adanya sinergi semacam ini, UPI Y.A.I optimis dapat terus melahirkan talenta-talenta muda yang kompeten dan siap memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan perfilman Indonesia.

English