JAKARTA, 28 OKTOBER 2026 – Dalam upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat daya saing ekonomi berbasis komunitas, tim akademisi dari Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI Y.A.I) berkolaborasi dengan Universitas Terbuka dan sanggar Krontjong Toegoe sukses menjalankan riset dan pengabdian masyarakat melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026.
Program ini mengusung pendekatan interdisipliner untuk menjawab tantangan regenerasi dan kepunahan bahasa lokal, khususnya bahasa Kreol Kampung Tugu warisan sejarah akulturasi Portugis-Indonesia sejak abad ke-17 serta musik Keroncong Tugu yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak tahun 2015.
Melalui kepemimpinan pakar dan dosen berpengalaman, riset ini digawangi oleh tim pelaksana lintas disiplin yaitu Joachim David Magetanapuang, Siti Komsiah, Woro Harkandi Kencana, dan Dewi Maharani Rachmaningsih. Kolaborasi tim riset ini tidak hanya berfokus pada pelestarian fisik seni pertunjukan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan dinamika generasi muda (Gen Z dan Milenial).
Sentuhan Modernisasi dan Tiga Karya Musik Berbahasa Kreol
Tantangan utama seni tradisi saat ini adalah persepsi konservatif yang kerap membuat keroncong terasa jauh dari selera anak muda. Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi mendampingi Krontjong Toegoe dalam memadukan instrumen khas seperti macina, ukulele proung, bawa, cello, bass, dan gitar dengan tren aransemen musik modern.
Salah satu capaian monumental dari PISN 2026 ini adalah terciptanya tiga karya musik baru ber lirik bahasa Kreol yang dikemas modern namun tetap memelihara karakteristik otentik Keroncong Tugu. Pendekatan ini terbukti mampu menjembatani nilai-nilai sejarah dengan tren media digital saat ini.
Dampak Manfaat Bagi Masyarakat & Purwarupa Model Nasional
Keberlanjutan PISN 2026 dirancang untuk memberikan dampak riil (tangible impact) bagi masyarakat Kampung Tugu dan seni nusantara secara luas:
1. Penguatan Ekonomi Kreatif Komunitas: Pengembangan produk kreatif berbasis musik dan bahasa Kreol didorong untuk menciptakan ekosistem bisnis budaya yang mandiri, meningkatkan nilai ekonomi komunitas lokal, serta membuka peluang pendapatan baru bagi para penggiat seni tradisi.
2. Replikasi Model Pelestarian Nusantara: Program ini berhasil merumuskan sebuah purwarupa (prototype) model pelestarian seni tradisi. Model ini dirancang agar siap direplikasi oleh berbagai komunitas seni daerah lain di Indonesia sesuai karakteristik budaya lokal masing-masing.
3. Penyelamatan Warisan Bahasa Bertutur: Melalui lirik lagu dan media digital, bahasa Kreol Kampung Tugu mendapatkan ruang tumbuh baru sehingga terhindar dari ancaman kepunahan di tengah arus globalisasi.
Kemitraan Strategis dan Kredibilitas Institusi
Dr. Sularso Budilaksono, M.Kom selaku Direktur Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) di Universitas Persada Indonesia Y.A.I menegaskan bahwa partisipasi aktif para dosen UPI Y.A.I dalam PISN 2026 merupakan bukti nyata komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung pada masyarakat (impactful research).
"UPI Y.A.I senantiasa mendukung penuh para akademisi untuk hadir di tengah masyarakat dengan membawa kepakaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi antara kepakaran dosen kami, masyarakat adat Krontjong Toegoe, dan pemanfaatan media digital membuktikan bahwa warisan budaya takbenda Indonesia dapat terus bernapas, relevan, dan memberikan manfaat ekonomi sosial yang berkelanjutan," ujar Dr. Sularso Budilaksono, M.Kom.
Melalui integrasi antara ilmu komunikasi, strategi media digital, musik, dan ekonomi kreatif, UPI Y.A.I menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tanggap dan berdedikasi menjaga identitas kebudayaan bangsa.
INFORMASI KONTAK MEDIA:
Biro Humas dan Marketing UPI Y.A.I
Kampus Y.A.I Salemba
Jl. Salemba Raya No. 7-9A, Senen, Jakarta Pusat
Email: biro.humas.marketing@yai.ac.id

English