“Kampus yang Cerdas Adalah Kampus yang Peduli,” Dekan FIKOM UPI Y.A.I Soroti Pentingnya Kampus Ramah Lingkungan
JAKARTA – Dalam sambutannya pada seminar “Green Campus dan Masa Depan Keadilan Ekologis” 🌿 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y.A.I bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Kamis (21/5/2026), Dekan FIKOM Siti Komsiah menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang 503 Gedung B UPI Y.A.I tersebut menghadirkan diskusi mengenai green campus, keadilan ekologis, hingga peran perguruan tinggi dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Dr. Siti Komsiah menyampaikan bahwa isu lingkungan bukan sekadar tren, melainkan tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan tinggi.
Green Campus Bukan Sekadar Penghijauan Kampus
Menurut Dekan FIKOM UPI Y.A.I, konsep green campus tidak hanya diartikan sebagai kegiatan menanam pohon atau mengurangi penggunaan plastik semata.
Lebih dari itu, green campus merupakan perubahan cara berpikir, merancang kebijakan, melakukan riset, hingga menjalankan aktivitas kampus yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
“Green campus bukan hanya soal menanam pohon atau mengurangi plastik, tetapi bagaimana setiap kebijakan dan aktivitas berpihak pada keberlanjutan,” ujarnya.
Ia menilai perguruan tinggi harus menjadi contoh nyata dalam menerapkan budaya peduli lingkungan sekaligus menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan ekologis yang terjadi di masyarakat.
Keadilan Ekologis Harus Menjadi Perhatian Kampus
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Komsiah juga menyoroti pentingnya konsep keadilan ekologis dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, kerusakan lingkungan tidak pernah berdampak secara netral karena kelompok masyarakat rentan sering menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Karena itu, kampus harus hadir sebagai ruang diskusi kritis yang mampu melahirkan gagasan dan solusi nyata bagi persoalan lingkungan hidup.
“Kampus tidak boleh diam. Kampus harus menjadi penggerak perubahan bersama masyarakat sipil,” katanya.
Kolaborasi FIKOM UPI Y.A.I dan WALHI Sudah Berjalan Sejak 2023
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Siti Komsiah menjelaskan bahwa kolaborasi antara FIKOM UPI Y.A.I dan WALHI Nasional sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2023.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) yang berfokus pada isu lingkungan dan kampanye sosial.
Sebagai program studi yang bergerak di bidang desain komunikasi, pihak fakultas melihat bahwa desain memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada masyarakat luas.
“Sebagai prodi DKV, kami melihat desain memiliki peran besar dalam mengomunikasikan isu lingkungan,” jelasnya.
UPI Y.A.I Mulai Terapkan Budaya Kampus Ramah Lingkungan
Selain menjalin kerja sama dengan WALHI, UPI Y.A.I juga mulai menerapkan berbagai kebijakan kampus ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen green campus.
Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain penerapan sistem paperless, penghematan energi, hingga penyediaan fasilitas air isi ulang di lingkungan kampus untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Menurut Dr. Siti Komsiah, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya kampus yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Diharapkan Lahir Gagasan Nyata untuk Masa Depan Lingkungan
Di akhir sambutannya, Dekan FIKOM UPI Y.A.I berharap seminar dan diskusi yang berlangsung tidak berhenti pada tataran wacana semata.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan ide dan implementasi nyata, mulai dari pengembangan kurikulum, riset terapan, hingga gaya hidup kampus yang lebih ramah lingkungan.
“Kampus yang cerdas adalah kampus yang peduli. Kampus yang adil adalah kampus yang berpihak pada bumi dan manusia,” tutupnya.
Melalui seminar ini, Fakultas Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I bersama WALHI berharap dapat memperkuat kesadaran ekologis mahasiswa sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

English