Kuliah Arsitektur Tidak Harus Jago Gambar, Mahasiswa UPI Y.A.I Ungkap Fakta Dunia Arsitektur
JAKARTA – Banyak orang masih menganggap bahwa mahasiswa arsitektur harus sudah mahir menggambar sejak awal kuliah. Padahal, menurut mahasiswa Arsitektur Nur Muhammad Baihaqi, kemampuan utama yang dibutuhkan dalam dunia arsitektur justru kreativitas dan cara berpikir dalam memecahkan masalah.
Mahasiswa dari Universitas Persada Indonesia Y.A.I menegaskan bahwa jurusan arsitektur bukan hanya soal menggambar bangunan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ide diwujudkan menjadi karya yang memiliki fungsi dan makna.
“Arsitektur itu enggak harus jago gambar. Yang penting punya kreativitas dan ide,” ujarnya saat diwawancarai.
Arsitektur Bukan Sekadar Menggambar Bangunan
Menurut Baihaqi, banyak calon mahasiswa salah memahami dunia arsitektur. Ia menjelaskan bahwa arsitektur tidak hanya berfokus pada desain visual, tetapi juga proses berpikir kreatif untuk menciptakan solusi dari berbagai kebutuhan ruang dan lingkungan.
Ia menyebut bahwa ide dalam arsitektur dapat diwujudkan menjadi berbagai bentuk, tidak terbatas hanya pada bangunan semata.
“Arsitektur itu tentang sebuah ide yang diimplementasikan jadi sebuah karya,” jelasnya.
Karena itu, mahasiswa arsitektur dituntut memiliki kemampuan eksplorasi ide, kreativitas, dan pemahaman terhadap fungsi desain dalam kehidupan manusia.
Arsitektur Merupakan Gabungan Seni dan Teknik
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa arsitektur tidak hanya belajar membuat desain yang indah, tetapi juga memastikan bangunan dapat dibangun dengan aman dan sesuai kebutuhan pengguna.
Menurut Bayhaqie, hal inilah yang membuat arsitektur dikenal sebagai perpaduan antara seni dan teknik.
“Arsitektur itu gabungan seni dan teknik, keindahan dan juga fungsi,” katanya.
Selain aspek estetika, mahasiswa juga mempelajari bagaimana desain dapat diterapkan secara nyata melalui pendekatan teknis, struktur, dan fungsi ruang.
Matematika di Arsitektur Tidak Serumit yang Dibayangkan
Salah satu kekhawatiran calon mahasiswa arsitektur biasanya berkaitan dengan matematika. Namun Bayhaqie menilai bahwa perhitungan dalam arsitektur masih berada pada level dasar dan tidak terlalu rumit.
Menurutnya, materi matematika yang digunakan lebih banyak berkaitan dengan ukuran bangunan, luas lahan, tinggi bangunan, dan kebutuhan dasar perancangan lainnya.
“Hitungannya masih hitungan dasar seperti luas tanah atau tinggi bangunan,” ujarnya.
Hal tersebut membuat jurusan arsitektur tetap bisa dipelajari oleh mahasiswa yang memiliki minat di bidang desain dan kreativitas meskipun tidak terlalu kuat dalam matematika tingkat lanjut.
Mahasiswa Arsitektur Juga Belajar Psikologi dan Teknologi
Tak hanya seni dan teknik, mahasiswa arsitektur juga mempelajari aspek psikologi dalam desain bangunan. Baihaqi menjelaskan bahwa ilmu psikologi diterapkan melalui pendekatan arsitektur perilaku.
Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bagaimana sebuah ruang dapat memengaruhi perilaku dan kenyamanan penggunanya.
Selain itu, perkembangan teknologi juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran arsitektur. Mahasiswa menggunakan berbagai software desain untuk mendukung proses perancangan.
Beberapa aplikasi yang umum digunakan antara lain AutoCAD untuk gambar kerja, SketchUp untuk desain tiga dimensi, serta Lumion untuk proses rendering visualisasi bangunan.
Tantangan Kuliah Arsitektur Ada pada Manajemen Waktu
Dalam proses perkuliahan, Baihaqi mengaku tantangan terbesar mahasiswa arsitektur adalah menyelesaikan tugas tepat waktu. Banyaknya proyek dan proses studio membuat mahasiswa harus mampu mengatur waktu dengan baik.
Meski demikian, ia mengaku pengalaman selama kuliah justru membuat kemampuan berpikir dan problem solving berkembang pesat.
Ia merasakan perubahan besar dalam cara melihat masalah, kemampuan desain, hingga penguasaan software arsitektur sejak pertama kali masuk kuliah.
Dukungan Dosen dan Lingkungan Kampus Jadi Nilai Plus
Baihaqi juga mengapresiasi peran dosen di Universitas Persada Indonesia Y.A.I yang dinilainya sangat membantu dalam proses belajar dan pengembangan ide desain.
Menurutnya, dosen tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga membantu mahasiswa melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
“Dosen-dosen sangat membantu dan memberikan insight dari banyak perspektif,” ungkapnya.
Prospek Karier Lulusan Arsitektur Sangat Luas
Baihaqi menilai lulusan arsitektur memiliki peluang karier yang sangat luas, tidak terbatas hanya menjadi arsitek profesional.
Menurutnya, ilmu arsitektur melatih mahasiswa untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan solusi kreatif, sehingga kemampuan tersebut dapat diterapkan di berbagai bidang industri kreatif.
Ia juga optimistis lulusan arsitektur UPI Y.A.I memiliki kesiapan yang baik untuk bersaing di dunia kerja.
Pesan untuk Calon Mahasiswa Arsitektur
Di akhir wawancara, Baihaqi memberikan pesan kepada siswa SMA yang tertarik masuk jurusan arsitektur agar tidak takut mencoba.
Menurutnya, Universitas Persada Indonesia Y.A.I menjadi tempat yang mendukung mahasiswa untuk berkembang karena lingkungan yang suportif, dosen yang terbuka, serta adanya wadah organisasi untuk menuangkan ide dan kreativitas.
Ia menegaskan bahwa kuliah arsitektur bukan hanya tentang menggambar, tetapi tentang bagaimana mengubah ide menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi banyak orang.

English