Mahasiswi Arsitektur UPI Y.A.I Ungkap Kuliah Arsitektur Merupakan Perpaduan Seni dan Teknik

Mahasiswi Arsitektur UPI Y.A.I Ungkap Kuliah Arsitektur Merupakan Perpaduan Seni dan Teknik

Mahasiswi Arsitektur UPI Y.A.I Ungkap Kuliah Arsitektur Tidak Harus Jago Gambar Sejak Awal

JAKARTA – Banyak calon mahasiswa masih beranggapan bahwa jurusan arsitektur hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah mahir menggambar. Namun menurut Indah Safitri, kemampuan menggambar bukan syarat utama untuk bisa kuliah di jurusan arsitektur.

Mahasiswi Arsitektur Universitas Persada Indonesia Y.A.I tersebut menjelaskan bahwa mahasiswa justru akan mempelajari dasar-dasar menggambar sejak awal perkuliahan, mulai dari penggunaan tools hingga tahapan desain.

Kalau langsung jago gambar itu enggak, karena saat awal kuliah kita diperkenalkan dulu dengan tools dan cara menggambarnya,” ujarnya.

Mahasiswa Arsitektur Belajar Konsep, Fungsi, dan Ide Desain

Menurut Indah, dunia arsitektur tidak hanya berfokus pada menggambar bangunan. Mahasiswa juga belajar bagaimana mencari konsep, mengembangkan ide, hingga memahami fungsi ruang dan standar bangunan.

Ia menjelaskan bahwa proses desain dalam arsitektur membutuhkan pemikiran yang matang agar bangunan tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga nyaman dan sesuai kebutuhan pengguna.

Kita diajarkan mencari konsep, ide, dan memahami fungsi ruang yang dibutuhkan,” katanya.

Hal tersebut membuat jurusan arsitektur menjadi bidang yang memadukan kreativitas dengan kemampuan analisis.

Arsitektur Merupakan Perpaduan Seni dan Teknik

Indah menilai bahwa arsitektur memang merupakan gabungan antara seni dan teknik. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya memikirkan estetika bangunan, tetapi juga keamanan, fungsi, kenyamanan, hingga aksesibilitas ruang.

Menurutnya, setiap desain harus mempertimbangkan berbagai aspek penting agar dapat digunakan secara optimal oleh manusia.

Arsitektur menggabungkan fungsi, estetika, keamanan, kenyamanan, dan fasilitas,” jelasnya.

Karena itu, mahasiswa arsitektur dituntut memahami bagaimana sebuah desain dapat diwujudkan secara nyata sekaligus tetap memiliki nilai artistik.

Matematika di Jurusan Arsitektur Lebih Fokus pada Perancangan Bangunan

Terkait kemampuan matematika, Indah menjelaskan bahwa perhitungan di arsitektur berbeda dengan matematika rumit seperti yang banyak dibayangkan orang.

Ia menyebut bahwa mahasiswa lebih banyak mempelajari perhitungan dasar yang berkaitan dengan mekanika teknik dan kebutuhan desain bangunan.

Beberapa materi yang dipelajari antara lain menghitung luas bangunan, luas lahan, standar ukuran ruang, hingga kebutuhan ruang bagi pengguna bangunan.

Perhitungannya lebih ke luas bangunan, ukuran ruang, dan standar manusia yang akan menempati ruang tersebut,” ujarnya.

Psikologi dan Kenyamanan Jadi Bagian Penting dalam Desain

Selain seni dan teknik, mahasiswa arsitektur juga mempelajari bagaimana psikologi manusia diterapkan dalam desain bangunan.

Menurut Indah, elemen seperti warna, bentuk, estetika, dan kenyamanan ruang dapat memengaruhi kondisi psikologis pengguna bangunan.

Karena itu, desain arsitektur tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung aktivitas manusia.

Mahasiswa Arsitektur Gunakan Berbagai Software Desain

Dalam proses praktik perancangan, mahasiswa arsitektur menggunakan berbagai software pendukung desain dan visualisasi bangunan.

Beberapa aplikasi yang digunakan antara lain AutoCAD, SketchUp, Revit, Enscape, D5 Render, hingga Lumion.

Software tersebut membantu mahasiswa dalam membuat gambar kerja, model tiga dimensi, hingga visualisasi desain secara realistis.

Tantangan Kuliah Arsitektur Ada pada Manajemen Waktu dan Ide Desain

Indah mengungkapkan bahwa tantangan terbesar mahasiswa arsitektur biasanya terletak pada manajemen waktu dan proses mencari ide desain.

Selain itu, penggunaan software juga menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika perangkat yang digunakan kurang mendukung proses rendering dan desain.

Meski begitu, ia merasa proses studio, diskusi, observasi, dan bimbingan dengan dosen menjadi pengalaman penting yang membantu perkembangan kemampuan mahasiswa.

Dosen dan Lingkungan Kampus Dinilai Sangat Mendukung

Selama kuliah di Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Indah merasa dosen memiliki peran besar dalam membantu mahasiswa mengembangkan skill desain dan cara berpikir.

Menurutnya, dosen tidak hanya memberikan materi, tetapi juga referensi, ide, serta arahan dalam proses perancangan.

Ia juga menilai lingkungan kampus dan kurikulum pembelajaran menjadi salah satu alasan mengapa UPI Y.A.I layak dipilih oleh calon mahasiswa arsitektur.

Dosen-dosennya membantu banget, fasilitas dan kurikulumnya juga bagus,” ungkapnya.

Pengalaman Studio dan Begadang Jadi Momen Paling Berkesan

Bagi Indah, pengalaman paling berkesan selama kuliah arsitektur adalah proses studio bersama teman-teman, mengerjakan tugas, berdiskusi, hingga begadang menyelesaikan desain.

Ia mengaku seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan berkembang sebagai mahasiswa arsitektur.

Di akhir wawancara, Indah berpesan kepada siswa SMA yang tertarik masuk jurusan arsitektur agar tidak takut mencoba meskipun belum memiliki kemampuan menggambar yang sempurna.

Menurutnya, kemampuan tersebut dapat dipelajari selama proses kuliah, selama mahasiswa memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengeksplorasi dunia arsitektur.

Share:

Tags: arsitektur UPI YAI,mahasiswa arsitektur,kuliah arsitektur,jurusan arsitektur,Indah Safitri,mahasiswa UPI Y.A.I,belajar arsitektur,arsitektur tidak harus jago gambar,software arsitektur,AutoCAD,SketchUp,Revit,Lumion,Enscape,D5 Render,desain arsitektur,duni