“Orang Muda Bukan Kelompok Lemah,” WALHI Dorong Mahasiswa Menjadi Suara Perubahan untuk Lingkungan

“Orang Muda Bukan Kelompok Lemah,” WALHI Dorong Mahasiswa Menjadi Suara Perubahan untuk Lingkungan

“Orang Muda Bukan Kelompok Lemah,” WALHI Dorong Mahasiswa Menjadi Suara Perubahan untuk Lingkungan

JAKARTA – Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Persada Indonesia Y.A.I dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pendidikan lingkungan dan pembangunan green campus di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam wawancara usai kegiatan, Boy Jerry Even Sembiring menegaskan bahwa konsep green campus tidak cukup hanya dilihat dari lingkungan kampus yang bersih atau banyaknya ruang hijau, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir dan komitmen seluruh sivitas akademika terhadap keadilan ekologis.

Menurutnya, green campus merupakan proses transformasi bersama yang melibatkan dosen, mahasiswa, pimpinan kampus, hingga seluruh elemen kampus dalam membangun budaya yang lebih ramah lingkungan.

Kampus ramah lingkungan bukan cuma bicara kebijakan kampus, tapi juga komitmen orang per orang di lingkungan kampus,” ujarnya.

Kampus Ramah Lingkungan Harus Dibangun Lewat Kesadaran Bersama

Boy Jerry menjelaskan bahwa mewujudkan kampus ramah lingkungan tidak cukup hanya melalui aturan atau kebijakan formal dari pimpinan universitas.

Ia menilai keberhasilan kampus ramah lingkungan justru ditentukan oleh keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika dalam menjalankan kebiasaan yang lebih berkelanjutan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai hingga menjaga lingkungan kampus tetap sehat dan hijau.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang manusia terhadap lingkungan hidup.

Menurutnya, masyarakat kampus perlu mulai bertransformasi dari sekadar makhluk sosial menjadi makhluk ekologis yang memahami hubungan erat manusia dengan alam.

Keadilan Ekologis Tidak Hanya Soal Kampus Bersih

Dalam wawancara tersebut, Boy Jerry juga menjelaskan bahwa indikator kampus yang benar-benar memiliki komitmen terhadap keadilan ekologis bukan hanya dilihat dari fisik lingkungan kampus yang hijau dan tertata.

Lebih dari itu, kampus harus mampu membangun relasi yang baik antara manusia dengan seluruh entitas alam di sekitarnya.

Ia menyebut bahwa konsep the right of nature atau hak alam perlu menjadi bagian dari kesadaran kolektif sivitas akademika.

Pohon, udara, dan alam harus dipandang sebagai bagian dari keluarga kita yang menjaga kehidupan di masa depan,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menempatkan lingkungan hidup bukan hanya sebagai objek yang dimanfaatkan manusia, tetapi sebagai bagian penting yang harus dijaga keberlangsungannya.

Mahasiswa Punya Peran Besar dalam Isu Lingkungan

Boy Jerry juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam perjuangan isu lingkungan hidup dan keadilan ekologis.

Menurutnya, generasi muda merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak kerusakan lingkungan, tetapi sering kali tidak dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan.

Karena itu, mahasiswa harus diberi ruang untuk menyampaikan kritik, gagasan, dan tuntutan terkait isu lingkungan kepada pemerintah maupun masyarakat.

Orang muda bukan kelompok yang lemah, tetapi kekuatan besar yang berhak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat,” katanya.

Ia menilai kampus memiliki peran penting dalam menyediakan ruang kebebasan berekspresi dan mendukung gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan isu keberlanjutan lingkungan.

Kebebasan Berpendapat Dinilai Penting untuk Keadilan Ekologis

Dalam pandangannya, keadilan ekologis tidak akan terwujud tanpa adanya kesetaraan dalam proses penyampaian pendapat dan kritik.

Mahasiswa dan generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk terlibat aktif dalam berbagai inisiatif lingkungan serta proses advokasi kebijakan publik.

Boy Jerry menegaskan bahwa perjuangan menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab generasi sebelumnya, tetapi juga menjadi hak dan tanggung jawab generasi muda untuk memastikan masa depan bumi tetap berkelanjutan.

MoU UPI Y.A.I dan WALHI Diharapkan Perkuat Edukasi Lingkungan

Melalui kerja sama antara Universitas Persada Indonesia Y.A.I dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, kedua pihak berharap kesadaran ekologis dapat semakin berkembang di lingkungan kampus.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai program pendidikan, diskusi, penelitian, dan gerakan sosial yang mendukung terciptanya kampus yang lebih hijau, kritis, dan berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai isu lingkungan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang lebih peduli terhadap masa depan bumi dan keadilan ekologis.

Share:

Tags: Boy Jerry Even Sembiring,WALHI,green campus,keadilan ekologis,mahasiswa dan lingkungan,MoU UPI YAI WALHI,lingkungan hidup,peran mahasiswa,generasi muda dan lingkungan,kampus ramah lingkungan,ecological justice,the right of nature,UPI YAI,seminar lingkunga