"The Golden Time": Kisah Pejuang Mimpi di Fikom UPI Y.A.I yang Buktikan Kerja Keras Tak Pernah Khianati Hasil
Mahasiswa Fikom UPI Y.A.I Bangkit dari Gap Year, Siap Jadi Produser Industri Kreatif
JAKARTA – Di balik gemerlapnya industri media digital Jakarta, terselip sebuah kisah inspiratif yang tengah menjadi perbincangan hangat di lingkungan Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI Y.A.I). Ini adalah kisah tentang seorang pemuda yang harus menunda mimpinya selama satu tahun (gap year) demi bertahan hidup, namun kini berhasil bangkit dan bertransformasi menjadi calon produser masa depan yang bersinar di kancah akademik.
Kisah ini viral bukan karena kesedihan, melainkan karena ketangguhan seorang kakak yang berjuang menjadi tulang punggung sekaligus mercusuar bagi masa depan adiknya.
Menunda Mimpi demi Tanggung Jawab Keluarga
Lulus tepat saat pandemi COVID-19 melanda, narasumber kita dihadapkan pada realitas yang pahit. Alih-alih langsung mengenakan toga, ia harus rela bekerja serabutan selama setahun untuk menopang ekonomi keluarga. Sebagai sosok yang harus mengurus adiknya secara mandiri, ia memikul beban berat di pundaknya sejak usia sangat muda.
"Momen paling sulit adalah saat melihat teman-teman sebaya mulai kuliah, sementara saya harus bekerja demi memastikan dapur tetap mengepul. Tapi saya tahu, saya punya tanggung jawab besar terhadap adik saya. Saya harus sukses agar dia punya harapan," ungkapnya dengan nada tegas dan penuh keyakinan.
Titik balik itu datang melalui program dukungan pendidikan penuh di UPI Y.A.I. Ia menyebut momen pengumuman kelulusannya sebagai "The Golden Time"—sebuah kesempatan emas yang menyelamatkan masa depannya.
Dominasi di Ruang Kendali: Kreativitas Tanpa Batas
Kini, di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UPI Y.A.I, ia membuktikan bahwa kualitas diri ditentukan oleh kemauan, bukan saldo rekening. Memanfaatkan fasilitas laboratorium produksi TV dan Radio yang mutakhir di pusat kota, ia melesat menjadi salah satu mahasiswa paling kompeten dalam manajemen produksi kreatif.
Menariknya, tunjangan biaya hidup yang ia terima tidak digunakan untuk kesenangan pribadi, melainkan dikelola secara bijak untuk biaya transportasi umum dan modal produksi karya UTS serta UAS yang memiliki standar industri. Ia membuktikan bahwa dengan dedikasi tinggi, seorang pemuda yang berangkat dari keterbatasan pun mampu memimpin sebuah tim produksi besar dengan profesionalisme yang memukau.
Sinergi Humanis Yayasan Administrasi Indonesia (Y.A.I)
Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari visi Yayasan Administrasi Indonesia (Y.A.I) dalam menghapus sekat ekonomi dalam pendidikan tinggi. Melalui UPI Y.A.I, yayasan memastikan bahwa aset teknologi dan kepakaran dosen dapat diakses oleh talenta muda yang memiliki mentalitas juara.
Pesan mahasiswa ini kini menjadi pengingat bagi ribuan anak muda yang sedang berjuang di luar sana:
"Jangan pernah menyerah karena alasan biaya. Jalan menuju pendidikan tinggi itu selalu ada bagi mereka yang gigih mencari informasi. Pendidikan adalah kunci untuk mengubah garis hidup, dan saya adalah buktinya."

English