UPI Y.A.I Gelar Seminar Nasional INONUS 2026, Bahas Inovasi Hijau hingga Bisnis Berkelanjutan

UPI Y.A.I Gelar Seminar Nasional INONUS 2026, Bahas Inovasi Hijau hingga Bisnis Berkelanjutan

Jakarta – Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI Y.A.I) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi melalui penyelenggaraan Seminar Nasional INONUS 2026 yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi, peneliti, dosen, dan mahasiswa dari berbagai daerah untuk berdiskusi mengenai inovasi, keberlanjutan, serta kontribusi nyata dalam menjawab tantangan masa depan.

Seminar nasional yang berlangsung melalui platform Zoom Meeting ini dibuka dengan rangkaian acara formal berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, laporan Ketua Panitia, serta sambutan dari pimpinan universitas. Ketua Panitia, Dr. Sularso Budilaksono, M.Kom, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Sementara itu, Wakil Rektor II dan IV Zainun Mu'tadin, S.Psi.,M.Psi, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Mengusung semangat inovasi dan keberlanjutan, Seminar Nasional INONUS 2026 menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Taufiq Supriadi, S.E., S.H., M.T., Ak., CFrA., CSFA., CertDA., GRCE., CIISA., CCMP., CPCC., CIPS., C.Med., CWM, Kepala Sekretariat DJPKN I BPK RI, yang membawakan topik "Inovasi Lingkungan Hijau Kelas Dunia di Lingkungan Ibukota Padat Penduduk". Melalui paparannya, peserta diajak memahami bagaimana inovasi berbasis masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan meskipun berada di kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan tinggi.

Pada sesi kedua, Wilda Romadona, S.P., selaku Partnership Manager Krealogi, membahas tema "Mengembangkan Bisnis Model Kerajinan Berbasis Dampak Sosial dan Keberlanjutan Ekosistem". Materi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial positif dan menjaga keberlangsungan ekosistem.

Sementara itu, sesi ketiga menghadirkan Raihan Aqilah Setiawan, S.T., M.T. dari Green Polymer Lab ITB dengan topik "Inovasi Prototipe 3D Printing Rotan". Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi manufaktur modern dapat dikolaborasikan dengan material lokal untuk menghasilkan produk bernilai tambah yang mendukung pengembangan industri kreatif berkelanjutan di Indonesia.

Tidak hanya menghadirkan seminar utama, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para dosen dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian melalui seminar paralel yang dilaksanakan dalam breakout room. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan jejaring akademik, serta kesempatan bagi peserta untuk memperoleh masukan konstruktif terhadap karya ilmiah yang dihasilkan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi akademik, panitia juga mengumumkan 10 Best Paper yang berhasil terpilih berdasarkan kualitas penelitian dan relevansi topik yang diangkat. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat luas.

Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional INONUS 2026, UPI Y.A.I berharap dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan solusi inovatif terhadap isu-isu lingkungan, ekonomi, teknologi, dan sosial. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Share:

Tags: Seminar Nasional INONUS 2026,INONUS 2026,Seminar Nasional UPI Y.A.I,UPI Y.A.I,Universitas Persada Indonesia Y.A.I,Seminar Nasional online 2026,seminar inovasi berkelanjutan,inovasi lingkungan hijau,lingkungan hijau perkotaan,bisnis berbasis dampak sosial,